Jumat, 20 Maret 2015

Rasulullah SAW bersabda: " Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur. Tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman". (HR. Muttafaq Alaih). Seorang ahli Biologi, Joan Robert, mengungkapkan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon melatonin adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit. Termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Orang yang tidur dalam kondisi gelap, tubuhnya akan memproduksi hormon ini. Tidur dengan lampu menyala di malam hari menyebabkan produksi hormon melatonin terhenti. Sinar cahaya saat kita tidur menjadikan kualitas tidur kita kurang baik, ini dikarenakan sinar tersebut masih berperan sebagai perangsang stimulator kerja otak. Walaupun mata kita terpejam, tetapi jika ada cahaya yang bersinar maka otak kita akan bekerja untuk merespon atau mengartikan cahaya yang masuk tersebut. Sehingga ketika bangun di pagi hari kita merasa kelelahan. Hal ini juga diteliti oleh para ilmuwan Inggris. Subhanallah.

Berdasarkan riwayat hadits yang shohih bahwasanya Rasulullah SAW melaksanakan sholat malam (sholat tahajud) tepat pada pukul 03.00 hingga menjelang fajar. Tahukah kamu. Mengapa Rasulullah SAW melaksanakan sholat tahajud pada pukul 03.00 - 05.00? Menurut Prof. dr. Soeharsoyo, SpAk, "pukul 03.00 - 05.00, kondisi paru-paru sedang kuat. Terjadi pembersihan dan pembuangan racun atau kotoran di paru-paru. Akan terjadi batuk, bersin, dan berkeringat apabila paru-paru kotor. Pada pukul 03.00 - 05.00 waktu terbaik untuk olah nafas, yoga, dan meditasi". Dan sholat adalah aktivitas meditasi tingkat tinggi. Subhanallah. Hidup sehat bersama Rasulullah SAW. Ikuti seperti apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, baik perkataannya maupun perbuatannya. Maka kita akan selamat dunia dan akhirat.

Suatu hari ketika kuliah, aku membaca tafsiran QS Al-Kahfi (Para Penghuni Gua). Dikisahkan ada 7 pemuda yang tertidur di dalam gua selama 309 tahun. Ada kalimat yang membuat aku sangat penasaran. Terjemahannya adalah sbb: "Dan mereka tinggal dalam gua tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)". (QS. al-Kahfi: 25). Kenapa tidak digabung saja menjadi tiga ratus sembilan tahun? Mengapa kalimatnya memakai "DITAMBAH (LAGI). Setelah proses mencari, akhirnya ketemu juga jawabannya dari beberapa buku. Hal ini berkaitan erat dengan perbedaan antara Tahun Matahari (Tahun Syamsiah) yang perhitungannya berdasarkan pada peredaran Matahari dengan Tahun Bulan (Tahun Qamariah) yang perhitungannya berdasarkan pada peredaran Bulan. Setiap seratus tahun Tahun Matahari akan selisih tiga tahun dengan Tahun Bulan.Jadi untuk tiga ratus tahun Tahun Matahari sama dengan tiga ratus tahun ditambah sembilan tahun lagi atau 309 tahun untuk Tahun Bulan.
Tahun Matahari (Syamsiah): 300 tahun
Tahun Bulan (Qamariah): 309 tahun
Biasanya kita lebih akrab dengan Tahun Matahari kan. Kurang mengenal apa itu Tahun Bulan. Hehehehehe.
Sangat sesuai dengan pengetahuan modern. Subhanallah.
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini akan dilaksanakan dengan Sistem Ujian Berbasis Komputer/ Computer Basic Test (CBT) alias UN secara online. Masa iya. Sepertinya merepotkan. Kalau untuk sekolah-sekolah di kota besar pasti memungkinkah. Lha, sekolah- sekolah di pelosok bagaimana ya? Jangankan untuk beli komputer satu saja, ruang kelas saja tak punya, gedung sekolah saja dapat minjam sekolah lain. Apalagi buku sebagai penunjang. Hal ini sangat kontroversial. Pasalnya untuk memenuhi standar penyelenggaraan UN dengan sistem ini memerlukan ketersediaan peralatan komputer yang memadai dan listrik yang cukup. Kedua masalah tersebut mungkin masih bisa diatasi. Bisa numpang di sekolah yang fasilitasnya lengkap. Otomatis harus antri. Bagaimana dengan jaringan internet di negeri ini yang kita ketahui bersama masih lelet dan muahaaaallll. Kan ga lucu ketika anak-anak sedang asyik mengerjakan soal, tiba-tiba jaringan internetnya ngadat. Hadewwwww. Itu pun jika ditambah listrik di negeri ini masih suka mati. Mirissssss